Ketika kebanyakan orang memilih kipas pendingin DC, mereka hanya mencari beberapa produsen untuk membandingkan harga, dan akhirnya membuat keputusan. Hal ini tidak menjamin kualitasKipas DC, jadi Anda tidak bisa hanya melihat harga saat memilih kipas DC. Berikut ini menjelaskan secara singkat cara memilih kipas DC dengan benar.
1. Dengarkan suara suara:
Dengan kecepatan dan tegangan yang sama, semakin kecil kebisingannya, semakin baik kipas pendingin DC, karena kebisingan rendah terutama terkait dengan bilah kipas, bantalan, oli, dan struktur rakitan. Semakin baik bentuk bilah kipas, semakin besar volume udara dan semakin rendah kebisingannya; dan semakin tinggi akurasi bantalan, semakin kecil gesekan antara bantalan dan inti poros, serta semakin akurat ukuran yang sesuai. Jika suara lebih rendah dan gesekan lebih kecil, berarti umur bantalan dan inti poros akan lebih lama. Pada saat yang sama, umur kipas DC juga akan lebih lama.

2. Perhatikan arus:
Dengan kecepatan yang sama, tegangan yang sama, dan volume udara yang sama, kipas pendingin DC dengan arus kecil lebih baik. Karena semakin kecil arusnya, semakin kecil kehilangan kipas. Alasan kehilangan ini kecil adalah karena produk ini memiliki permeabilitas magnetik yang kuat, kehilangan kawat berlapis motor yang baik, kandungan tembaga tinggi, dan aktivitas oli pelumas yang tinggi.
3. Pengukuran getaran:
Ketika kipas berada pada spesifikasi dan kecepatan yang sama, kipas pendingin DC dengan getaran lebih rendah menjadi lebih baik. Karena kipas pendingin DC adalah mesin berkecepatan tinggi, getaran pasti terjadi, dan tidak ada produsen yang dapat menjamin bahwa mesin ini bebas dari getaran. Jadi semakin kecil getarannya, semakin baik kipasnya. Semakin kecil getaran kipas DC, semakin halus operasinya, dan semakin kecil kehilangan pada bantalan serta inti poros. Pada saat yang sama, ini juga akan mengurangi volatilisasi oli atau keausan bola, dan masa pakainya bisa lebih lama.
1. Dengarkan suara suara:
Dengan kecepatan dan tegangan yang sama, semakin kecil kebisingannya, semakin baik kipas pendingin DC, karena kebisingan rendah terutama terkait dengan bilah kipas, bantalan, oli, dan struktur rakitan. Semakin baik bentuk bilah kipas, semakin besar volume udara dan semakin rendah kebisingannya; dan semakin tinggi akurasi bantalan, semakin kecil gesekan antara bantalan dan inti poros, serta semakin akurat ukuran yang sesuai. Jika suara lebih rendah dan gesekan lebih kecil, berarti umur bantalan dan inti poros akan lebih lama. Pada saat yang sama, umur kipas DC juga akan lebih lama.

2. Perhatikan arus:
Dengan kecepatan yang sama, tegangan yang sama, dan volume udara yang sama, kipas pendingin DC dengan arus kecil lebih baik. Karena semakin kecil arusnya, semakin kecil kehilangan kipas. Alasan kehilangan ini kecil adalah karena produk ini memiliki permeabilitas magnetik yang kuat, kehilangan kawat berlapis motor yang baik, kandungan tembaga tinggi, dan aktivitas oli pelumas yang tinggi.
3. Pengukuran getaran:
Ketika kipas berada pada spesifikasi dan kecepatan yang sama, kipas pendingin DC dengan getaran lebih rendah menjadi lebih baik. Karena kipas pendingin DC adalah mesin berkecepatan tinggi, getaran pasti terjadi, dan tidak ada produsen yang dapat menjamin bahwa mesin ini bebas dari getaran. Jadi semakin kecil getarannya, semakin baik kipasnya. Semakin kecil getaran kipas DC, semakin halus operasinya, dan semakin kecil kehilangan pada bantalan serta inti poros. Pada saat yang sama, ini juga akan mengurangi volatilisasi oli atau keausan bola, dan masa pakainya bisa lebih lama.